Archive for March, 2007

Breaking The Record *Updated

Saturday, March 31st, 2007

ini adalah sebuah prestasi yang luar biasa.
ini adalah sebuah prestasi yang membanggakan.
ini adalah sebuah prestasi dimana hanya sedikit orang yang mampu mencapainya.
dan ini adalah sebuah prestasi yang patut dikenang sepanjang masa.
untuk itulah gue mengabadikan prestasi ini di Elmo’s Street.


bagi gue, mengumpulkan SEMBILAN sobekan tiket bioskop dalam satu bulan adalah suatu kebanggaan tersendiri.


sebenernya pada awal bulan, gue sama sekali ga ada niatan buat nonton sebanyak mungkin pada bulan Maret ini. gue tetap pada prinsip gue, jalanin hidup SEKARANG ini.


eh, ternyata film demi film bagus bermunculan di bulan Maret ini. dan langsung meningkatkan birahi nonton gue. jadi ya gue jalanin satu per satu film-film bagus tersebut.


dimulai dengan Rocky Balboa (klik untuk lihat ulasannya), film untuk bernostalgia bagi para pecinta Rocky si petinju tangguh. lanjut ke Music & Lyrics film drama komedi romantis yang dibintangi oleh Hugh Grant dan Drew Barrymore, cukup banyak soundtrack-soundtrack asik di film ini. terus ada Charlotte’s Web, film drama komedi keluarga, dengan banyak makna kehidupan bisa diambil dari film ini.


terus gue nonton 300 di EX dengan mengeluarkan uang hanya tujuh belas ribu lima ratus saja. pake BCA card tentunya. worth it banget cui, dengan special effect dan sound effect yang mengagumkan dari filmnya sendiri, dan studio yang oke banget, srasa bener-bener balik ke jaman Yunani bahela. trus ada Dreamgirls, film musikal yang berhasil menyabet DELAPAN nominasi Academy Awards. dan membuat gue langsung mendownload keseluruhan soundtrack dari film ini.


begitu Blitz Megaplex dibuka, hari besoknya gue langsung nyicip dengan nonton The Last Kiss atas rekomendasi dari ibu Iin, sang pecinta film-film drama romantis (piss,in). filmnya oke juga, banyak makna tentang hubungan percintaan yang bisa dipetik. trus ada film pure drama yang dibintangi aktor dan aktris kelas dunia seperti Matt Damon, Angelina Jolie, Robert De Niro, dan kawan-kawan dalam film The Good Sheperd. film ini khusus gue sarankan bagi para pecinta film sejati saja. bagi yang nonton cuma iseng-iseng, killing time, ato cari hiburan, ga usah deh buang duit buat film seberat ini.


dan yang paling maknyush adalah Jakarta Undercover dengan Luna1Luna Maya sebagai pemeran utamanya. sekali lagi, LUNA MAYA. nonton film ini gue seperti kembali ke masa-masa dahulu yang indah bersama Luna Maya. disaat gue berfoto
berdua dengan si cantik asal Bali ini. ugh, gue srasa jatuh cinta untuk
kedua kalinya. apalagi menyaksikan Luna Maya ber-striptease
dengan hanya menggunakan BH alias Bra. slurrppp…buat semua yang mbaca
blog ini, kalo nemu DVD Jakarta Undercover, baik asli maupun bajakan,
harap lapor ke saya 1×24 jam segera!!! atau tulung bliin dulu, nanti
saia ganti duidnya. i’m dyin’ to watch that movie again, and again, and
again…thx yo…


yang terakhir adalah Naga Bonar Jadi 2. sebuah film apik karya Deddy Mizwar yang mencerminkan kehidupan bangsa kita jaman sekarang, dengan menyisipkan kritik-kritik sosial, politik, agama,dan nasionalisme yang dibalut dalam film drama komedi. film yang gue canangkan sebagai Highly Recommended Indonesian Film.


yah, sebenarnya bulan-bulan sebelumnya gue paling banyak tuh ENAM sobekan tiket bioskop setiap bulannya. belom pernah mencapai angka tujuh bahkan delapan. baru bulan Maret ini aja. mungkin karena faktor film-film bagus yang keluarnya hampir bersamaan. ditambah lagi dibukanya Blitz Megaplex yang makin meningkatkan napsu nonton gue.


mungkin tahun ini adalah tahun nonton buat gue. secara umur gue dua satu kan yah…hihihihi…


tapi bener deh, di awal bulan gue ga ada target apa2. gue cuma mikir gue mau nonton setiap film-film bagus yang tayang di bioskop. film demi film gue lewati dengan mulush. sampe-sampe ga terasa udah SEMBILAN film sekaligus gue lahap dalam satu bulan. kerasa kere juga sih hari ini, tapi worth it kok. secara selama satu bulan ini film2 yang gue tonton bagus2 smua. layak tonton smua.


ya, pikiran gue cukup terfokus pada film pada hari itu saja, tanpa terlalu pusing memikirkan film apa yang selanjutnya bakal gue tonton. membuat rencana sih pasti, tapi gue ga menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap rencana ituh. cuma jalani setiap film,dan tetap terus maju ke film berikutnya. jalani setiap harinya, and keep going forward. dan ga terasa kan, tau2 udah 9 film aja gitu loh. ga tau juga kan hasil apalagi yang bakal menanti lo di depan nanti.


yah, cukup jalanin hidup lo SEKARANG. dan terima hasilnya di kemudian hari. so simple, right?


NB:

please, baca-baca + komen-komen blog gue yang sobekan tiket bioskop donk…kasian tuh sepi komen…padahal kan slalu gue update…yah yah?? thx…


UPDATED!!!

31 Maret 2007, di penghujung bulan Maret ini, gue memperpanjang rekor langka gue menjadi SEPULUH sobekan tiket bioskop dalam satu bulan. dengan film Mr. Bean’s Holiday yang bercerita tentang perjalanan liburan Mr. Bean ke Perancis. nice movie.

Teater Lampu Kilat

Thursday, March 22nd, 2007

di dalem lift warnanya semuanya putih bersih. gue mencet tombol angka 8. begitu pintu lift terbuka, di dinding seberang lift terdapat poster besar memanjang film Pirates of the Caribbean: At The World’s End yang ditutupin kaca. disebelah kanan ada pintu kaca yang dijaga dua orang sekuriti. pas masuk lewat pintu kaca itu, tiba-tiba udara jadi brasa dingin.


dan lagi-lagi, dekorasi ruangan besar itu serba putih. disebelah kiri terdapat lima pasang eskalator naik turun yang saling bersilangan. dua pasang eskalator menuju masing-masing dua lantai dibawah lantai ini dan tiga pasang eskalator lainnya masing-masing menuju tiga lantai diatas lantai ini. dan ada eskalator panjang dan arahnya tegak lurus dari eskalator-eskalator tadi yang langsung menuju lantai paling atas. ternyata lantai ini adalah lantai ketiga dari keseluruhan ruangan ini. wowh, ternyata enam lantai sekaligus.


disamping eskalator panjang itu ada bangku panjang warna putih yang bentuknya oval setengah lingkaran dengan bantalan berwarna merah, membelakangi jendela besar yang menampilkan pemandangan pusat kota Jakarta. jalan lurus dari pintu masuk kaca tadi ada Blitzcafe. kalo belok ke kanan, lo dah sampe di lobi utamanya. setiap temboknya masih aja loh berwarna putih. nice interior design.


di lobi utama, sebelah kiri ada meja panjang, warna putih tentunya, berjejer sebelas counter tiket dengan masing-masing layar LCD berdiri tegak di setiap counternya, dimana setiap counter dijaga oleh pria maupun wanita yang memakai seragam polo shirt hitam. di seberangnya ada meja counter snack dan minuman,warna putih pula, yang sama panjangnya dengan counter tiket tadi. di tembok sebelah kiri terpantul tayangan trailer-trailer film yang ditayangkan oleh proyektor. kalo jalan lurus lagi, terdapat sebuah pertigaan yang menuju pintu-pintu masuk auditorium (istilah untuk studio). ada juga semacam ruang tunggu yang berkonsep seperti lounge, ada sofa-sofa empuk yang siap untuk dijajah oleh pasukan pantat.


ternyata tepat dibawah tayangan proyektor tadi ada pintu masuk Audi 1 dan diseberangnya pintu masuk Audi 2. persis disebelah pintu masuk Audi 1 terdapat smoking room yang berkonsep lounge juga, dikelilingi oleh kaca dan berisi sofa-sofa putih yang terlihat nyaman (waktu itu ada Deddy Mizwar lagi berdiri sambil ngerokok disitu) di belokan kiri terdapat pintu masuk Audi 3,4,10, dan 11. dan di paling ujung adalah toilet pria dan wanita. di belokan sebelah kanan terdapat pintu masuk Audi 5,6,7,8,dan 9 dan di paling ujung terdapat juga toilet pria dan wanita. hum, pintu Audi 1 dan 2 terpisah sendiri daripada 9 Audi lainnya. curiga gue. jangan-jangan Audi 1 ma 2 adalah Audi yang paling gede disini. yummy…


begitu masuk toiletnya, kontras banget sama ruangan diluar. semuanya berwarna hitam, mulai dari tembok, pintu, wastafel, sampe tong sampah. fiuh, untung kencing gue masih warna putih kekuning-kuningan (duh, penting ga sih ngomongin kencing??). konsep yang unik.


pas keluar dari toilet, pandangan gue disambut oleh poster-poster film yang dipajang di dinding seberangnya. ah, estede. smua bioskop juga kayak gini. tunggu tunggu! kok poster filmnya bisa ngeganti sendiri?? canggih amad…anjrod! ternyata itu layar tipi! yak ampiun.. layar LCD yang dikacain! dan khusus buat majang poster-poster film, entah coming soon atau now playing. damn! norak banget gue!!


kebetulan gue dapet di Audi 10, dengan film The Last Kiss. suasana dalam Audi juga kontras dengan ruangan diluar. semuanya dalam warna hitam, tembok dan bangku-bangku. gue menaiki anak-anak tangga yang berwarna hitam dengan lampu berbentuk garis berwarna biru di setiap ujung anak tangganya, dan diujung kanan bawah anak tangga tertera huruf-huruf tiap baris. dan gue baru sadar ternyata susunan bangku dalam Audi ini hanya satu kolom, dari A sampe N yang kalo ga salah dari nomer 1-25. sekali lagi, konsep yang unik.


ternyata di dalem auditorium, hape gue kaga dapet
sinyal. hm, jangan-jangan emank sengaja auditoriumnya dibikin supaya
sinyal hape ga nembus. nice trick! supaya hape-hape kaga berbunyi
dengan biadabnya selagi film diputar.


konsep bangkunya engga sesuai dengan ekspetasi gue. bangkunya kaya dari plastik yang lapisan bantalnya cuma terdapat pada dudukan dan sandaran punggung. bagian atas bangku itu menyempit di bagian leher, membentuk kepala manusia. jelas tidak seempuk bangku Studio XXI (EX). malah lebih kayak bangku-bangku di Dunia Dufan (??). ugh. satu poin minus. gue duduk di E 10 yang posisinya bener-bener pas sejajar dengan layar dan tepat pas di tengah. di dinding kiri kanan Audi terdapat sekitar 5 lampu kuning menyenter kearah dinding di masing-masing dinding. suasananya remang-remang. dan gue cukup amaze dengan layarnya.baru trailer-trailer film yang diputar (tentunya bukan film-film komersial ala 21 Cineplex), penilaian pertama gue adalah bahwa layarnya cukup besar dan lebar. kemudian pas filmnya dimulai, tirai di kiri kanan bergerak kesamping, membuat layar tersebut semakin lebar. anjrod. lebarnya selebar lebar ruangan auditorium, tepi kiri dan kanan layar seakan menyentuh dinding di kanan-kirinya. LUAR BIASA!!! okeh, gue memodifikasi penilaian pertama gue tadi menjadi :

layar ini SANGAT besar dan lebar.

dan gue baru nyadar, sepertinya duduk di E 10 masih terlalu dekat dengan layar, tapi kayaknya bakal sama saja kalo duduk di A, karena pupil mata harus gerak mentok ke kiri dan kanan kalo mau mbaca keseluruhan subtitle! agak susah emank, tapi nampol euy. yang jelas layar Djakarta Theater XXI Studio 1 tidak selebar layar Blitz Megaplex Auditorium 10!!


sekian.



NB: gue baru nyadar pas film selesai, bangku yang terisi cuma bangku yang gue dudukin alias ternyata gue satu-satunya penonton di auditorium!! damn! setau gue kalo bioskop2 21 rada ogah muter film kalo penontonnya dibawah 4 orang…makanya gue kira gue ga sendirian secara gue dibolehin nonton…hihihihi…srasa milik sendiri euy! MANTAPS!!

Penghargaan Khusus

Wednesday, March 21st, 2007

Others_0191










trims buat Jerry yang sudah memberikan stiker ini sebagai oleh-oleh dari Bali…

gue sampe speechless nerimanya…

One In a Million

Friday, March 2nd, 2007

ada kejadian menarik yang terjadi pada diri gue pada hari Jumat, 16 Februari 2007 kemarin..


semenjak banjir, aki motor gue jadi soak yang menyebabkan beberapa fasilitas pada motor tempur gue tidak berfungsi, seperti sen, klakson, dan meteran bensin…jadi meteran bensinnya selalu menunjuk ke empty walaupun bensinnya penuh sekalipun…


gue balik dari kampus skitar jam 12an…lewat dukuh atas, trus ke arah manggarai…begitu mendekati Pasar Rumput, tiba-tiba motor tempur gue jadi sulit untuk di gas…terpaksa gue gedein gasnya, biar mencegah supaya mesinnya ga mati…pas lampu merah, mesin motor tempur gue pun akhirnya mati…


alhasil, begitu lampu ijo, gue pun dengan segenap jiwa dan raga mendorong motor gue untuk menyeberangi lampu merah…begitu dah di posisi aman, gue mencoba nyalain motor gue lagi sambil membelai-belainya…ternyata belaian tersebut kurang ampuh sampai gue mencoba untuk merayunya supaya hidup…sgala macam jurus untuk memikat wanita udah gue keluarin tapi tetep aja sang kuda besi tak mau menyala…akhirnya gue putuskan untuk ngecek tanki bensin…jangan-jangan…


emank kosong…damn…


salah nih…bener-bener kering kerontang gituh…pantes aja tadi ga mau digas…damn…harus isi bensin…


tapi pom bensin terdekat setau gue ada di Pramuka…tapi itu masih jauh banget, secara Pintu Air Manggarai aja belom gue lewatin…damn…tapi apa mau dikata, pilihannya cuma itu…sempet gue clingak-clinguk nyari tukang bensin campur (kencing) yang biasa mangkal pinggir jalan, tapi ga ada…ya sudahlah…


ngedorong motor lah gue sampe pom bensin Pramuka…damn…langit dah terlihat tidak bersahabat…harus ujan yah…kurang apalagi coba…damn…


tiba-tiba, disebelah kanan gue ada motor nyamperin…trus tu orang ngomong ke gue


Orang Asing: knapa mas? bensinnya abis?

Gue: iye nih… (anjrid, kok tau?)

OA: mau dibantuin dorong ga?

Gue: hah? oh, ga usah…(gimana caranya coba? lo kan ndirian!) nggg…pom bensin deket sini mana yah? (bilang di Pramuka lagi…)

OA: di Minangkabau!

Gue: (thanks God!) hah? dimana tuh? gue ga tau..

OA: lampu merah di ujung, belok kanan…lurus terus, pom bensinnya ada di sebelah kiri…

Gue: lampu merah ujung, belok kanan, lurus terus…sip2…

OA: mau dibantuin dorong ga?

Gue: ah, ga usah…ngerepotin…(kalo lo dorong motor gue, motor lo gimana?) makasih yah…

OA: iya deh…sama-sama…


trus tu Orang Asing pun melaju pergi meninggalkan gue…


perawakannya terlihat masih muda…cowo…sekitar umur 22-25 lah…pake jaket, clana pendek…mungkin rumahnya deket-deket sini…dan dia sendirian…


tapi dia berhenti dan menawarkan bantuan…


ke gue


agak aneh juga sih…tapi yah gue bener-bener mengucapkan kata "terima kasih" tadi dengan tulus banget…gile, kalo ga ada dia mungkin gue bakal tetep  jalan ke Pom Bensin Pramuka kaleeee….untung ajah ada dia…walaupun dia nawarin bantuan dalam bentuk ngedorong motor gue, tapi bagi gue, pemberitahuan Pom Bensin Minangkabau itu udah lebih dari sekedar bantuan…


dan yang hebatnya lagi, dia nawarin bantuan tanpa menghiraukan dirinya sendiri…secara dia sendirian…kalo dia ngedorong motor gue, motor dia gimana? ditinggal dulu, ngedorong motor gue mpe Pom Bensin Minangkabau, trus balik lagi ngambil motornya? ato gimana? entah yah tawaran bantuan dia basa-basi ato engga, tapi gue tetep salut ma dia…


sepanjang perjalanan, gue terus-terusan mikir,


siapa sih orang asing ituh??

kok dia bisa tau bensin gue abis??

kok dia rela-relanya nawarin dorongin motor gue padahal dia sendirian??

kok dia mau berhenti sejenak dari perjalanannya untuk menolong orang tak dikenal??


di jalanan ini, kehadiran gue yang menuntun motor gue mungkin menarik perhatian para pengendara-pengendara yang sedang melintas untuk kemudian datang menawarkan bantuan ke gue…dan si Orang Asing itu adalah salah satunya…maka, setelah kedatangan si Orang Asing, gue pun tengok2 ke belakang, siapa tau ada yang mau menepi dan menawarkan bantuan lagi…secara banyak banget motor-motor yang seliweran melintas di sebelah gue…


sesampenya gue di Pom Bensin Minangkabau, ga ada orang asing lagi yang berhenti dan menawarkan bantuan ke gue…


bener-bener one in a million


damn…


apa lain kali gue harus jadi kayak si Orang Asing?


kalo gue ngeliat orang asing lagi nuntun motor, apa gue mau berhenti sejenak dan nawarin bantuan ke orang asing tersebut?


apa gue bisa jadi kayak si Orang Asing?


apa gue bisa jadi one in a million?


apa lo bisa?